aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu, butiran debu..
Selalu kalimat ini yang hadir ketika kegalauan melanda jiwa dan raga. Sekian lama aku menanti, telah melewati setengan tahun lebih tiga bulan. Kejaiban? mana kejaiban? tak ada harapan lagi yang harus aku nantikan. Dirinya tlah pergi meninggalkanku, tak ada canda bersama lagi, tak ada komunikasi lagi, tak ada kegembiraan bersama lagi. Semua telah berubah ketika kericuhan yang pernah aku alami dengan seorang wanita yang jauh lebih cantik dariku.
10 bulan yang lalu
Ketika aku mengenal namamu, rasanya seperti sesuatu yang sedang mengguncang hatiku yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Beberapa hari kemudian, aku mulai mengajakmu berbicara. Sampai akhirnya kita bisa disebut dengan teman dekat. Selalu berkelompok jika ada tugas. Hari demi hari telah berlalu sampai akhirnya .. .. ..
1 bulan kemudian
( November 2011 )
Waktu itu memang bulan yang bagus, Novermber adalah bulan ke 11 dan ini juga bulan 2011. Tapi bulan ini juga bukan bulan yang baik untukku. Ketika awal bulan november perasaanku mulai tidak tenang. Aku juga tidak tahu apa penyebabnya. Beberapa hari kemudian ..
Ketika bel istirahat ke dua berbunyi, aku segera pergi menuju kantin sekolah bersama kedua sahabatku Hanun dan Erlia. Sesudah itu kami bertiga segera menuju kelasku untuk berbincang bersama. Tetapi pada saat itu.. aku melihat dia (seseorang yang aku suka) sedang duduk berdua dengan teman kelas lamanya. Mungkin pada saat itu aku masih biasa. Setelah beberapa menit aku merasa ada hal aneh antara mereka berdua. "Nun, dia sama syalala (maaf aku tidak bisa menyebutkan namanya disini) ?" tanyaku dengan melihat tingkah mereka berdua yang semakin dekat. "Tidak mungkin, mereka teman lama bisa aja mereka cuma bersahabat. Tenanglah.. lagi pula syalala juga habis putus dengan woo (nama samaran) mana mungkin secepat itu dia bisa melupakan woo." Jawab Hanun. Ya mungkin aku tidak boleh berpikiran buruk tentang mereka. Perkataan hanun lumayan membuatku untuk tetap tenang. Kemudian erlia datang menghampiri kami yang sedang berbincang tentang kedua orang itu. Namanya sahabat aku juga ingin membicarakan hal tadi kepada erlia. "Er mereka dekat banget ya? mereka pacaran ya?" tanyaku sambil membuat emosi sedikit sedih. Dan hal ini yang paling aku tidak suka, jauh dari pemikiran hanun, jauh dari jawaban hanun, dan sangat jauh berbeda. Dan tidak pernah aku bayangkan hal ini terdengar langsung dari ke 2 telingaku. Rasanya aku ingin membenci mereka berdua. Rasanya aku tidak ingin melihat wajah mereka berdua lagi. "lho ni kamu belum tau? please nii jangan marah sama aku, aku juga awal kaget waktu ada salah satu orang berbicara denganku tentang mereka." Perkataan Erlia mulai membuatku penasaran. "Tentang apa?" tanyaku dengan wajah emosi ringan. "Katanya mereka berdua saling suka." Kata-kata itu.... kenapa harus terdengar langsung di ke 2 telingaku?. Emosiku tidak terkendali, saat itu juga aku berlari keluar kelas. Tanpa aku sadari aku air mataku keluar dengan sangat deras. Kenapa hal ini terjadi lagi? Kenapa selalu aku yang tertindas? Apa tidak pantas ya, seorang sepertiku jatuh cinta? Kenapa lagi lagi aku harus mengalah? Cinta telah benci padaku? Terserahlah! kali ini suasana hati mulai kacau!
Sehari setelah kejadian itu, aku melihat mereka sedang berduaan di coridor sekolah. Mengelilingi penjuru sekolah sambil bergandengan tangan. Apa yang harus aku katakan padanya? Apa aku harus emosi didepan mereka? Apa aku harus menangis didepan mereka? Lupakanlah!. Ketika aku melewati mereka rasanya semua kepedihan, kesakitanku ingin keluar melalui tangisan deras.Tapi please, aku siapa? aku bukan siapa-siapanya dia. Lagipula mereka saling suka. Aku gak boleh egois, aku gak boleh memaksa takdir cinta, aku tidak bisa merubah cinta mereka. Hari demi hari kembali berlalu. Kesedihanku masih tetap ada pada diriku.
Ketika bel istirahat ke dua berbunyi, aku segera pergi menuju kantin sekolah bersama kedua sahabatku Hanun dan Erlia. Sesudah itu kami bertiga segera menuju kelasku untuk berbincang bersama. Tetapi pada saat itu.. aku melihat dia (seseorang yang aku suka) sedang duduk berdua dengan teman kelas lamanya. Mungkin pada saat itu aku masih biasa. Setelah beberapa menit aku merasa ada hal aneh antara mereka berdua. "Nun, dia sama syalala (maaf aku tidak bisa menyebutkan namanya disini) ?" tanyaku dengan melihat tingkah mereka berdua yang semakin dekat. "Tidak mungkin, mereka teman lama bisa aja mereka cuma bersahabat. Tenanglah.. lagi pula syalala juga habis putus dengan woo (nama samaran) mana mungkin secepat itu dia bisa melupakan woo." Jawab Hanun. Ya mungkin aku tidak boleh berpikiran buruk tentang mereka. Perkataan hanun lumayan membuatku untuk tetap tenang. Kemudian erlia datang menghampiri kami yang sedang berbincang tentang kedua orang itu. Namanya sahabat aku juga ingin membicarakan hal tadi kepada erlia. "Er mereka dekat banget ya? mereka pacaran ya?" tanyaku sambil membuat emosi sedikit sedih. Dan hal ini yang paling aku tidak suka, jauh dari pemikiran hanun, jauh dari jawaban hanun, dan sangat jauh berbeda. Dan tidak pernah aku bayangkan hal ini terdengar langsung dari ke 2 telingaku. Rasanya aku ingin membenci mereka berdua. Rasanya aku tidak ingin melihat wajah mereka berdua lagi. "lho ni kamu belum tau? please nii jangan marah sama aku, aku juga awal kaget waktu ada salah satu orang berbicara denganku tentang mereka." Perkataan Erlia mulai membuatku penasaran. "Tentang apa?" tanyaku dengan wajah emosi ringan. "Katanya mereka berdua saling suka." Kata-kata itu.... kenapa harus terdengar langsung di ke 2 telingaku?. Emosiku tidak terkendali, saat itu juga aku berlari keluar kelas. Tanpa aku sadari aku air mataku keluar dengan sangat deras. Kenapa hal ini terjadi lagi? Kenapa selalu aku yang tertindas? Apa tidak pantas ya, seorang sepertiku jatuh cinta? Kenapa lagi lagi aku harus mengalah? Cinta telah benci padaku? Terserahlah! kali ini suasana hati mulai kacau!
Sehari setelah kejadian itu, aku melihat mereka sedang berduaan di coridor sekolah. Mengelilingi penjuru sekolah sambil bergandengan tangan. Apa yang harus aku katakan padanya? Apa aku harus emosi didepan mereka? Apa aku harus menangis didepan mereka? Lupakanlah!. Ketika aku melewati mereka rasanya semua kepedihan, kesakitanku ingin keluar melalui tangisan deras.Tapi please, aku siapa? aku bukan siapa-siapanya dia. Lagipula mereka saling suka. Aku gak boleh egois, aku gak boleh memaksa takdir cinta, aku tidak bisa merubah cinta mereka. Hari demi hari kembali berlalu. Kesedihanku masih tetap ada pada diriku.
( 11 November 2011 )
Hari ini hari jumat, tepat tanggal yang bagus untuk hari jadian. Hampir 50% temen-temen aku pada bahagia karena cinta mereka terbalas. Sementara aku ini benar-benar hari paling terburuk yang pernah aku alami. Waktu itu Hanun gak masuk sekolah karena sakit. Akhirnya aku cuma sama erlia, ketika bel untuk istirahat dan sholat jum'at berbunyi aku langsung keluar kelas untuk menemui erlia. Waktu itu para laki2 masih istirahat, dan pada saat itu juga aku bersakit-sakit lagi.
Ketika aku menghampiri erlia ternyata ada doo (org yg aku suka *nama samaran*) bersama dengan syalala. Hal ini aku tidak ingin melihatnya. Tetapi aku sangat penasaran apa yang ingin dikatakan oleh doo kepada syalala. Ketika aku memasuki kelas itu. Seseorang berteriak "tembak deh cepet!". Kepalaku langsung berbelok mengarah mereka berdua. Ketika itu erlia mengajakku ke kantin, tetapi aku tidak ingin ikut kesana. "ayo ni, daripada kamu disini sakit hati. mending gak usah dilihat!" "tapi er, aku pingin tahu mereka." Permohonanku gagal. Akhirnya erlia menarikku keluar menuju kantin. Aku masih tetap berpikir kalau mereka berdua jadian. Waktu pulang telah tiba. Seluruh siswa boleh pulang kerumah masing-masing. Tetapi tidak untuk mereka berdua. Tapi aku tidak ingin mengatakan sesuatu kepada mereka. Rasanya aku hngin lari menjauhi jejak mereka. Buat apa mereka berjejak dihadapanku jika itu membuat sakit perasaanku.
Aku bergegas lari menuju kelas itu. Aku bertemu dengan teman-teman kelas lamaku. Aku menanyakan sesuatu kepada mereka. "doo sm syalala jadian? kok barengan terus?" "katanya sih iya, tapi tadi kedengeranku doo gak boleh pacaran sama orang tuanya. Tapi doo minta syalala jangan deketin cowok lain." "serius?" "iya, ni. Jangan sedih lho ni, jangan nangis..".
Ketika aku menghampiri erlia ternyata ada doo (org yg aku suka *nama samaran*) bersama dengan syalala. Hal ini aku tidak ingin melihatnya. Tetapi aku sangat penasaran apa yang ingin dikatakan oleh doo kepada syalala. Ketika aku memasuki kelas itu. Seseorang berteriak "tembak deh cepet!". Kepalaku langsung berbelok mengarah mereka berdua. Ketika itu erlia mengajakku ke kantin, tetapi aku tidak ingin ikut kesana. "ayo ni, daripada kamu disini sakit hati. mending gak usah dilihat!" "tapi er, aku pingin tahu mereka." Permohonanku gagal. Akhirnya erlia menarikku keluar menuju kantin. Aku masih tetap berpikir kalau mereka berdua jadian. Waktu pulang telah tiba. Seluruh siswa boleh pulang kerumah masing-masing. Tetapi tidak untuk mereka berdua. Tapi aku tidak ingin mengatakan sesuatu kepada mereka. Rasanya aku hngin lari menjauhi jejak mereka. Buat apa mereka berjejak dihadapanku jika itu membuat sakit perasaanku.
Aku bergegas lari menuju kelas itu. Aku bertemu dengan teman-teman kelas lamaku. Aku menanyakan sesuatu kepada mereka. "doo sm syalala jadian? kok barengan terus?" "katanya sih iya, tapi tadi kedengeranku doo gak boleh pacaran sama orang tuanya. Tapi doo minta syalala jangan deketin cowok lain." "serius?" "iya, ni. Jangan sedih lho ni, jangan nangis..".
who you think you are?
runnin' 'round leaving scars
collecting a jar of hearts
tearing love a part
you're gonna catch a cold
from the ice inside your soul
don't come back for me
who do you think you are?
Aku tetap tidak mau dengar segala percakapan mereka tadi, tapi keinginanku tidak bisa terbendung. Aku selalu saja menanyakan mereka. Akhirnya seperti ini. Cepatlah pergi..........aku tidak ingin bulan ini sangat lama....cepatkanlah waktu!don't come back for me
who do you think you are?
( Desember 2011 )
Kenapa mereka jarang terlihat bersama-sama lagi? Apa yang terjadi dengan mereka? Ini mustahil, tapi ini nyata. Saat itu sekolahku mengadakan classmeet perlombaan antar kelas. Tetapi aku agak sedikit tidak mood melihatnya. Akhirnya aku dan hanun menuju kantin untuk membicarakan hal yang ini. Gak lama kemudian. doo muncul dari kantin menuju halaman sekolah, dan saat itu juga syalala muncul dari halaman sekolah menuju kantin. Waktu itu mereka berpapasan. Tapi ada hal yang beda dari mereka berdua. Mereka saling cuek, waktu berpapasan tangan mereka saling senggol kayak orang berantem musuhan. Jujur aja pasti bingunglah tiba2 mereka sikapnya begitu. Berlalu.. berlalu.. berlalu..
( Januari 2012 )
Keadaan mulai berubah. Hal ini rasanya seperti tahun kebahagiaanku, dan aku berharap semoga seperti ini. Ketika itu aku mulai dekat dengan doo. Semakin dekat seperti sahabat. Selalu bercanda bersama.
Waktu itu kelasku harus membentuk kelompok untuk menjahit taplak meja dengan pita. Kedua teman cowokku joo dan foo masuk dalam kelompokku. Ketika itu kelompokku kekurangan anggota, tiba-tiba joo dan foo meminta doo untuk masuk kedalam kelompok. Tapi doo dilema karena teman2nya memintanya untuk bergabung dalam kelompok mereka. "doo, kamu kelompoknya siapa? mau join sama kita gak? kita kurang 1 anak lagi." kataku, "ha? bentar ya ni.". Sambil menunggu keputusannya aku bergurau dengan teman2ku. Sampai akhirnya. "gimana doo? tapi terserah juga sih. Kamu mau ikut kita apa mereka?." tanyaku sekali lagi. "Aku ikut kamu aja deh." Sejak saat itu doo masuk dalam anggota kami.
Beberapa hari kemudian. Sekolahku mengadakan try out yang dilaksanakan bersama. Waktu itu masih jaman rajin-rajinnya ikut kegiatan sekolah, tapi sekarang.. ya gitu anak muda. Setelah try out selesai, kelompokku mengadakan kerja kelompok untuk menyelesaikan tugas tata busana. Semua anggota datang untuk bekerja, termasuk doo. Ketika itu aku memerhatikan gerak geriknya, ya namanya juga orang suka mau gimana lagi kalo gak ngelihatin apa yang dia lakuin. Jarum jam pun menunjukkan angka 12 siang, saat itu semua anggotaku berpamitan untuk pulang termasuk doo. Tapi kata-kata yang masih aku ingat pada saat itu sampai sekarang adalah "aku pulang dulu ya, kasihan mbakku sendirian dirumah. aku juga belum makan, ibuku juga udah masak dirumah, aku duluan ya.." God! betapa baiknya dia terhadap orang tua dan keluarganya.. Cukup amat kagum dengan ucapannya, jarang banget untuk seorang cowok berbicara seperti itu, ya heran aja. Hari senin. Waktunya menjahit lagi karena hari ini ada mata pelajaran tata busana. Waktu itu kelompokku kumpul jadi satu dipojok belakang kelas, kita ngerjain sambil bercanda, dengerin musik, cerita sampe gosip jadi satu. Kalo dibilang seru ya seru, soalnya ada dia. Mau malu ya mau, tapi masa aku harus malu didepan dia? adanya malah malu-maluin. Waktu itu giliranku untuk menjahit sulaman dari pita itu. Tiba-tiba, doo duduk disampingku. Ya mana tahanlah. Langsung reflek dan aku jadi salah tingkah. Ketika itu jarum kecil yang mungil itu mengenai tanganku dan membuat setitik darah yang tidak terlalu banyak juga, tapi rasanya membuatku teriak. Yang aku dengar waktu itu adalah doo berbicara "mangkanya kalo jahit jangan ketawa aja". Lukaku sembuh kok! dalam hati ya sakit banget.
( February 2012 )
Tepatnya pada tanggal 26 february, waktu itu ayahku membelikanku gadget baru. Ya meskipun tidak sebagus produk apple yang banyak digemari kalangan orang berduit banyak, aku cukup bersyukur dengan pemberiannya. Aku sayang ayah! Aku sayang mama! Aku sayang kakak!. Ketika itu aku masih belum tahu cara mengoprasikannya, ya maklum aku baru pertama kali pegang alat canggih. Saat itu otakku tertuju dalam satu orang. Dia ada doo, kebetulan dia memakai produk yang sama sepertiku, dan kata semua temanku dia canggih dalam teknologi. Akhirnya aku putuskan untuk bertanya padanya melalui ym.
Hm saat itu aku ingin mendownload game yang pernah aku mainin di hpnya, tapi nama game itu aku lupa, akhirnya aku bertanya. Mulai dari pertanyaan itu sampai pertanyaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan teknologi. Malam yang indah dan seru bagiku. Waktu itu aku chat dia sampai jam 11 malam. Wow, cukup malam. Akhirnya aku pamit untuk tidur, itu sih modus bagiku soalnya aku takut, aku mengganggu aktifitasnya. Mungkin aku juga mengganggu tidurnya. Sampai sekarangpun chat itu masih ada dan masih aku simpan. Aku tidak ingin untuk endchat chatku dengannya. Siapa tau, suatu saat nanti ketika aku kangen bisa melihat isi chat itu. Memang sedikit luar biasa sih. Tapi ya aku harus gimana? aku juga cuma bisa gitu.
( Maret 2012 )
Saat itu dia checkin melalui foursquare, "flashing" (?) Ya aku memang masih kurang paham dengan kata-kata itu. Sampai sekarangpun aku masih belum paham. Keinginanku untuk "kepo" keluarlah sudah. Gak nunggu waktu lama aku langsung "BUZZ!!!". Yap akupun tanya-tanya apa itu flashing. Sampai akhirnya Marketku ke upgrade menjadi Google Play. Ya, aku pengguna android. Waktu itu aku belum mengerti banyak hal tentang android. Akhirnya ya ke dia lagi tanyanya. Sampai akhirnya dia bilang kalo androidku terkena virus. Ya agak gak dipercaya sih, dia bilang androidku kena virus Play. Ampun tolong, aku gak ngerti bahasanya dia. Ok lupakan! Sampai akhirnya pending melanda! Merusak segalanya! Dia marah kepadaku, itu memang kesalahanku. Tapi ya aku harus apa lagi? dia sudah terlanjur marah. Besoknya dia gak masuk sekolah, sempat berpikir sih segitu marahnya sampai gak mau masuk sekolah? segitu bencinya sama aku sampai gak mau masuk sekolah?. Cemas? Jelas! sehari gak lihat dia itu seperti sehari tanpa senyum, sehari tanpa kegembiraan. Dan sehari penuh kegalauan.
Waktu malam hari aku beranikan untuk chatting dia. Alhamdulillah dia mau bales, waktu itu aku bilang
"kenapa bohong? jahat"
"biar histeris dulu, biar seru juga"
"sialan! (emot marah)"
"hehehe (emot peace)"
"udah gak marah?"
"marah lagi (pake emot)"
"salah apa saya?"
"banyak sampe gak bisa disebutin satu-satu" (lebay)
"gaya, sok keren"
"emang keren gua"
Maunya sih aku bales, "iya emang keren kok kamu, aku aja sampe suka" tapi gak mungkin! adanya dia malah marah lagi sama aku. Gak bakal kelar-kelas jadinya. Lanjut ya.. mulai aku yang ngomong.
"sombong.."
"siapa yang sombong?"
"kamu (emot sinis)"
"enggak terima kasih (emot hug)"
SERIUS! ini gak bohong deh aku, aku aja juga kaget. Ya emang kalo dilihat dari tab emang gak bisa gerak. Tapi waktu aku tanya hanun, katanya itu emot hug. Ya demi apalah ini? apa dia gak tau ini emot apa?
"bohong hidungnya panjang"
"kan yang hidungnya panjang kamu bukan aku (emot melet)"
Begitulah isi chat singkat pada hari itu setelah baikkan. Seneng bangetlah dia gak marah. Emang anak baik-baik dan gak aneh aneh.
14 Maret. Kaget super kaget, dia ngechat aku duluan, sekitar jam 5 pagi. Tapi aku baru buka jam setengah 7. Emang kebo bangetlah. Waktu itu anak kelas 8 masuk siang jam 1 soalnya anak kelas 9 ada ujian sekolah. Emang males banget sih kalo disuruh berangkat jam 1 pulang jam 3, nanggung banget!
Akhirnya aku bales chat dia.
"test, chatku masuk? ya aku kemarin masuk"
"tes masuk"
"kamu nanti masuk?"
"kayaknya enggak soalnya mendung"
Maklumlah rumah dia jauh. Wajar aja dia males, apalagi masuknya cuma 2 jam.
Tiba-tiba dia kirim file foto yang isinya cara download game yang aku maksud. dia bilang "accept sist". Sist (?) demi apalagi ini? god! Terus dia tanya aku.
"sekolah?"
"gak tau. kamu bolos?"
"kamu juga aja"
"endak sorry aja"
"di 4square kelihatan"
"kamu gak jadi masuk?" (dia)
"aku kan habis kecelakaan"
"serius lho? BUZZ!!!"
"serius waktu itu aku nyebrang, gak liat akhirnya jedar"
"omongan adalah doa ingat itu" (ini kata-kata aku di copas hast)
"oalah beneran" | Kenapa ekspresimu gitu? bantuin kek? semangatin kek? kenapa cuek?
"udah sekarat aku mau mati"
"ini aghnia?" | Perhatian ya? kamu gak rela kan kalau aku mati....aku tau kok dari hatimu yg paling dalam.
"iyalah mau siapa? kenapa? gak percaya?"
"gimana mau bisa percaya kalo gitu" | maksudnya apa ini? jujur gak mudeng.
"terus kamu gak jadi sekolah?" (dia)
"hari ini gak dulu, kaki masih susah digerakin, kamu juga kenapa gak masuk?"
"ketiduran, terus kamu ngapain checkin di 8f? terus sama ngaku-ngaku sekolah?"
"biar jadi mayor lagi. ketiduran? haha bohong banget"
"bohong apa?"
"kamu lho bohong.."
"tuhkan bohong, beneran kok aku ketiduran, mangkanya tadi gak tak bales"
Makasih ya tuhan. percakapan ini setidaknya bisa membuatku senang......
18 Maret. Waktu itu sahabat aku Hanun ulang tahun. Aku sama fira udah punya kejutan buat dia. Aku alarm hpku jam 5 pagi. Waktu aku buka tab tiba-tiba ada chat masuk. Dan ternyata itu dari doo.
isinya...........................................mendebarkan hati pada saat itu. Sesaat langkahku terhenti. Lataku terpana dalam sebuah tulisan yang jarang sekali aku dapatkan.
"Udah bangun?" Mar 18 04:53
"Sbb, udah kenapa?" Mar 18 05:34
Liat jamnya deh! Baguskan? aku suka senyum-senyum sendiri liatnya...
Kemudian chatku gak dibalas oleh doo. Sampai saat inipun aku masih mempertanyakan hal itu.
( May 2012 )
Yes! bulan ini memang bulan yang paling aku tunggu! Bulan kelahiranku telah datang. Makin bertambah umur makin bertambah dewasa. Pemikiranpun tidak boleh kekanak-kanakan lagi.
31 May!!
COMEON! Let's go the party gaes!
Tapi hari itu malah membuatku hari tangisan. Ketika itu pada jam istirahat pertama. Aku menanti ke dua sahabatku untuk mengucapkan "happy birthday" tapi mereka tak kunjung datang. Aku sih sudah tahu kalau mereka bakal mengerjainku habis-habisan. Yayaya, waktu itu Om (tekeknya 8f) ketawa keras banget sambil menuju arahku. Ya aku pikir aku membuat kesalahan yang bisa membuat mereka tertawa. Tapi aku cuek aja. Masa bodolah, ini hari ulang tahunku! aku gak boleh sedih dan gak boleh galau. Kemudian om datang menghampiri choky(nama disamarkan). Kemudian aku kepo. Eh ternyata om menyambut kepoku dengan semangat. Ketika aku melihat dari hp doo.
SMS: "eh selamat ulang tahun ya buat calon pacarmu, semoga makin .........(skip) hiii"
Maksud akhir kalimat dia apa? Berasa sexy? berasa top? berasa ok sedunia?. Please aku gak boleh marah. Tapi saat itu juga aku mengeluarkan air mata. Kegembiraanku redup dengan kata-kata syalala. Aku tau dia pasti dendam kepadaku karena doo sudah tidak pernah bersamanya lagi. Tapi jujur. aku bukan tukang rebut. Ketika itu doo sedang berkumpul dengan teman-temannya, tetapi setelah aku menangis semua teman-temannya menuju padaku. Mereka bertanya.. "kenapa agh? jangan nangis ini kan hari ultahmu, masa nangis?" semua teman-temannya kearahku. Kecuali doo. Apa dia marah lagi padaku? Tapi kali ini aku cuek sekali dengannya. Aku juga ingin melupakannya. Saat itu juga aku dengan doo jadi jarang berkomunikasi. Sudah 1 bulan kami tidak chat. Ya mungkin doo sudah tau kalau aku suka dengannya. Masa ini hal yang salah untukku?. Lupakanlah~
( June 2012 )
Ulangan Kenaikan Kelas. Masa inilah yang menentukan masa depanku. Akankah aku masih bisa sekelas lagi dengan doo? aku ingin sekali. Andai aku mempunyai peri yang baik, aku akan minta kepadanya. Dekatkanlah orang yang aku sayang padaku, jangan lepaskan dia dari ikatanku. Aku ingin bersamanya selamanya. Hingga maut memisahkan. Akan aku jaga dia semampuku. Akan aku lindungi dia dalam bahaya apapun. Aku akan selalu menyayangi dia seperti aku menyayangi diriku.
Ya memang kata-kataku mungkin menuju jalur berlebihan tapi masa bodohlah. Ini kata-kataku. Kata-kata ada kreasi dalam hidupmu.
Ruanganku dengannya berbeda. Kita terpisahkan oleh tempok dan papan tulis. Kali ini aku harus fokus. aku gak boleh mikir macam-macam kecuali pelajaran. Pelajaran nomer satu. Seterusnya terserah padamu. Ini hidupmu. Aku tidak tahan melihat doo selalu menjauh dariku. Sampai suatu hari, aku mendapan request friend. Setelah aku lihat namanya. itu nama doo. Tumben sekali dia mengaddku. Akhirnya aku berani untuk ngechat dia lagi. (situs jejaring sosial seperti bbm, tapi ini milik android)
"tumben ngeadd?"
"gak apa biar nambah temen"
"kirain masih marah sama aku"
"marah? marah kenapa?"
"soal sms itu"
"ealah, lupakan aja. Ngapain di inget inget"
"hm isinya gitu masalahnya"
"wes lupain aja, anggap aja orang iseng (wink)"
"tapi kalo disindir tukang rebut aku gak mau"
"tapi kalo disindir tukang rebut aku gak mau"
"enggak, santai aja (wink)"
"makasih doo"
"hehehe (evil laugh)"
Thanks god! Dia emang baik. Dia terlalu baik. Cukup terharu dengan semua perkataan dia selama ini. Kenapa dia selalu bersikap baik padaku? Disaat aku sendiri menunggu anggutan, dia melihatku dari jauh. Ketika aku jalan sendiri menuju tempat pangkalan angkot, dia membelokkan kepalanya ke belakang untuk melihatku. Ketika dia menolongku dari tusuk jarum yang mengenaik tanganku. Ketika dia memberiku air minumnya ketika aku kehausan disaat bersepeda. Ketika dia menolongku disaat aku jatuh dari sepeda. Ketika dia mengambil dompetku yang jatuh. Ketika dia mengajariku rumus matematika. Ketika itu juga aku berterima kasih kepadanya dengan membantu dia membuatkan tugas puisi. Aku membuatkanmu puisi itu karena aku ingin kamu tahu bahwa makna dari puisi itu adalah makna dari hati kecilku yang tidak semua orang tau. Semoga kamu mengerti. Semoga kamu tersadar. Aku memang jauh tidak sempurnah dari mantan-mantanmu. Aku memang tidak sebaik dirimu. Tapi aku ingin mencoba berubah bersamamu. Ya walaupun ini masih dalam wish listku yang masih belum tercapai. Aku berharap suatu saat nanti aku masih bisa melihatmu bersama-sama lagi denganku.
ku tak relaa...
ku tak ingin kau lepaskan semua
ku tak ingin kau lepaskan semua
ikatan tali cinta
yang tlah kita buat selama ini
semua tentangmu selalu membekas dihati ini
cerita cinta kita berdua akan selalu..
semua tentangmu selalu membekas dihati ini
cerita cinta kita berdua akan selalu..
sebuah kenangan tak mungkin bisa
kulupakan kuhilangkan
takkan mungkin aku biarkan cinta kita berakhir
aku disini slalu menanti
ku takkan letih menunggumu
Thank you
Tidak ada komentar:
Posting Komentar